Penelitian membuktikan, tekanan darah sistolik lebih penting dalam memprediksi komplikasi kardiovaskuler. Penurunan tekanan darah sistolik, akan disertai penurunan risiko kardiovaskuler. Seseorang disebut menderita hipertensi, jika tekanan sistolik sebesar 140 mm Hg atau lebih, atau tekanan distolik 90 mm Hg atau lebih.
Hipertensi
atau tekanan darah tinggi merambah hampir ke semua golongan masyarakat di
seluruh dunia. Jumlah mereka yang menderita hipertensi terus bertambah.
Terdapat
sekitar 50 juta (21,7%) orang dewasa Amerika yang menderita hipertensi,
Thailand 17%, Vietnam 34,6%, Singapura 24,9%, Malaysia 29,9%. Di Indonesia,
prevalensi hipertensi berkisar 6-15%. Namun, terdapat hasil survey yang ekstrim
rendah yaitu di lembah Balim, Pegunungan
Jaya Wijaya, yang hanya 0,6%. Lalu untuk ekstrim tinggi di Talang.
Sumatra Barat 17,8%.
Hipertensi sistemik, suatu tanda patologi, dikenal lebih
sering pada orang dewasa (prevalensinya
pada orang dewasa 10-15 %) daripada pada anak dan remaja. Pada anak bahkan bayi
dapat mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit ini dapat
menimbulkan kematian.
Hipertensi esensial atau primer yang tidak diobati
menambah resiko infark miokard, stroke dan gagal ginjal pada individu yang
terkena.
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 27 September 2009 07:47
Hipertensi ialah penyebab terbesar penyakit
kardiovaskular di Amerika Serikat dan penyumbang terbanyak terhadap angka
kesakitan dan kematian. Pria di dalam populasi umum memiliki angka diastolik
tertinggi pada tekanan darahnya dibandingkan dengan wanita pada semua usia dan
juga pria memiliki angka prevalensi tertinggi untuk terjadinya hipertensi.
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:23
Ah masa sih anak saya menderita hipertensi, kan masih kecil? Hal ini dilontarkan secara spontan oleh Ibu Neny yang merasa ragu atas hasil diagnosa mengenai apa yang diderita anaknya yang baru duduk dibangku kelas 2 SD
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 07 September 2009 19:33