Home Hipertensi
Hipertensi
hipertensi powerpoint1 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 16 Agustus 2008 01:29
Hipertensi dalam powerpoint Klik Edial
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:20
 
Hipertensi dan Permasalahan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 16 Agustus 2008 01:01
Hipertensi dan permasalahan.. dalam bentuk Powerpoint, klik Edial
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 27 September 2009 10:57
 
KRISIS HIPERTENSI PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2008 21:41
 

KRISIS HIPERTENSI
 

  1. Pendahuluan
Hipertensi adalah salah satu faktor resiko utama penyakit vaskular jantung, saraf dan ginjal, dimana lebih dari setengah penyebab angka kematrian pada negara maju. Prevalensi hipertensi pada populasi masih cukup tinggi dan diperkirakan  1-2 % penderita hipertensi dapat terjadi kirisis hipertensi.
Dari populasi Hipewrtensi 9HT), ditaksir 70% menderita sangit ringat , 20% HT sedang dan 10% HT berat. Pada setiap jenis HT ini dapat timbul krisis hipertensi dimana tekanan darah (TD) diastolik  sanagtat meningkat sampai 120-130 mmHg yang merupakan suatu kegawatan medik dan memerlukan pengelolaan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan jiwa penderita. Angka kejadian krisis HT menurut laporan dari hasil penelitian dekade lalu di negar maju berkisar 2 -7% dari populasi HT, terutama pada usia 40-60 tahun dengan pengobatan yang tidak teratur selama 2-10 tahun. Angka ini menjadi lebih rendah lagi dalam 10 tahun belakangan ini karena kemajuan dalam pengobatan HT, seperti di Amerika hanya lebih kurang 1% dari 60 juta penduduk yang menderita hipertensi. Di Indonesia belum ada laporan tentang angka kejadian ini.
Berbagai gambaran klinis dapat menunjukkan keadaan kritis Htdan secara garis besar, The Fifth Report of The Join National Comitte on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNCV)  menbagi HT ini menjadi 2 golongan yaitu: hipertensi emergensi (darurat) dan hipertensi urgensi (mendesak).
Membedakan kedua golongan krisis HT ini bukanlah dari tingginya TD, tapi dari kerusakan organ sasaran. Kenaikan TD yang sangat pada seorang penderita dipikirkan suatu keadaan emergnsi bila terjadi kerusakan secara cepat dan progrsif dari sistem syaraf sentral, miokardinal, dan ginjal HT emergensi dan urgensi perlu dibedakan karena cara penanggulangan keduanya berbeda.
Gambaran klinis HT berupa TD yang sangat tinggi (umunya TD diastolik > 120mmHG) dan menetap pada nilai- nilai yang tinggi dan tyerjadi dalam waktu yang singkat dan menimbulkan keadaan klinis gawat. Seberapa besar TD yang dapat menyebabkan krisis HT tidak dapat dipastikan, sebab hal ini juga bisa terjadi pada penderita yang sebelumnya npmortensi atau HT ringan/sedang. Walaupun telah banyak kemajuandalam pengobatan HT, namun para klinisi harus tetap waspada akan kejadian krisis HT, sebab penderita yang jatuh dalam keadaan ini dapat membahayakan jiwa /kematian bila tidak ditaggulangi dengan cepat dan tepat . Pengobatan yang cepat dan tepat serta intensif labih diutanakan daripada prosedur diagnostik karean asebagian besar komplkai krisis HT bersifat reversdibel. Dalam menanggulangi krisis HT dengan obat anti hipertensi, diperlukan pemahaman mengenai autoregulasi TD dan aliran darah, pengobatan yang selectif dan terarah terhadap masalah medis, yang menyertai, pengetahuan mengenai obat parenteral dan oral anti hipertensi, variasi regimen pengobatan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang memadai dan efek samping yang minimal.
  1. Definisi dan Klasifikasi
Secara praktis krisis hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan prioritas pengobatan, sebagai berikut:
Hipertensi emergensi (darurat) ditandai dfengan td Diastolik > 120mmHg, disertai kerusakan berat dari organ sasaran yang disebabkan oleh satu atau lebih penyakit/ kondisi akut. Keterlambatan pengobatan akan menyebabkan timbulnya sequele atau kematian. TD harus diturunkan sampai batas tertentu dalam satu sampai beerapa jam. Penderita perlu dirawat diruangan ibntensive care unit atau (ICU). Merupakan kedaan yang jarang dijumpai, yang memerlukan penurunan tekanan darah sesegera mungkin untuk membatasi atau menghindari kerusakan organ target lebih lanjut.
Hipertensi urgensi (mendesak), td diastolik> 120mmHg dan dengan tanpa kerusakan/ klomplikasi minimum dari organ sasaran. TD harus diturunkan dalam 24 jam  sampai batas yang aman memerlukan terapi parenteral. Merupakan peningkatan tekanan tekanan darah yang berat, tanpa gejala-gejala dan disfungsi organ target.
Dikenal beberapa istilah berkaitan dengan krisis hipertensi antara lain:
  1. Hipertensi refrakter: respons pengobatan tidak memuaskan dan TD > 200/110 mmHg, walaupun telah diberikan pengobatan yang efektif (triple drug) pada penderita dan kepatuhan pasien.
  2. Hipertensi akselerasi : TD meningkat (Diastolik) > 120 mmHg disertai dengan kelainan fundudkopi KW III. Bila tidak diobati dapat berlanjut ke fase maligna.
  3. Hipertensi maligna: penderita hipertensi akselerasi dengan TD diastolik > 120-130 mmHg dan kelainan funduskopi KW IV disertai papiledema, peninggian tekanan intrakranial kerusakan yang cepat dari vaskular, gagal ginjal akut, ataupun kematian bila penderita tidak mendapat pengobatan. Hipertensi maligna, biasanya pada penderita dengan riwayat hipertensi essensial atupun sekunder dan jarang terjadi pada penderita  yang sebelumnya mempunyai TD normal.
  4. Hipertensi enselofati: kenaikan TD dengan tiba-tiba disertai dengan keluhan sakit kepala yang sangat, perubahan kesadaran dan keadaan ini dapat menjadi teversible bila TD diturunkan.
Krisis hipertensi adalah suatu keadaan terjadinya peningkatan tekanan darah sistemik yang sangat tinggi (Tekanan darah diastolik > 120mmHg) dengan potensial mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada organ target (Jantung, sistem saraf pusat dan ginjal) dan mengancam kehiupan penderita.
                                                                                                                                    
Klasifikasi Hipertensi
                                             Sistole                                        Diastole
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
     Normal                          < 120 mmHg           and           < 80 mmHg
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Prehipertensi                 120 – 139 mmHg       or            80 – 89 mmHg
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
  Hipertensi stage 1          140 – 159 mmHg       or            90 – 99  mmHg
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
  Hipertensi stage 2          > 160  mmHg             or            > 100 mmHg
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

 

3.Faktor Predisposisi Krisis Hipertensi
 

Krisis hipertensi dapat terjadi peda hipertensi primer atau hipertensi sekunder. Faktor predisposisi tejadinya krisis hipertensi oleh karena:

  1. Hipertensi yang tidak terkontrol
  2. Hipertensi yang tidak terobati]Penderita hipertensi yang minum obat: MAO inhibitor, dekongestan, kokain.
  3. Kenaikan TD tiba-tiba pada penderita hipertensi kronis essemsial(tersering).
  4. Hipertensi renovaskular.
  5. Glomeluronefritis akut.
  6. Sindroma with
 

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:20
 
DUA PENYEBAB PENYAKIT JANTUNG : TEKANAN DARAH TINGGI DAN KENAIKAN KADAR KOLESTEROL PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2008 18:52
Dua Penyebab Penyakit Jantung: Tekanan Darah Tinggi

dan Kenaikan Kadar Kolesterol

 

 
"Adakah penyakit yang lebih berat," tanya penyair John Donne dalam puisinya pada tahun 1612, An Anatomy of the World,"daripada mengetahui bahwa kita tak akan pernah sembuh, dan tak akan pernah bisa?" Donne bisa jadi sedang  membicarakan penyakit jantung, pembunuh No 1 di Amerika Serikat (AS), gangguan yang telah merenggut lebih banyak nyawa orang Amerika dibandingkan semua perang dijadikan satu. Penyakit ini telah menggiring pasien dan dokternya pada keputusasaan, dan pada pengobatan. Penyakit jantung bisa dimulai sangat dini pada masa kanak-kanak. Sejujurnya, Anda tak bisa memulai program kesehatan kardiovaskular cukup dini.
"Penyakit jantung" adalah istilah yang dipakai untuk menyebut gangguan jantung, namun kenyataannya bukan hanya itu. Penyakit ini tidak hanya melibatkan jantung, namun juga jaringan pembuluh darah sepanjang 96.540 km dimana jantung memompa darah sebanyak 100.000 ribu denyut dalam sehari. Yang lebih tepat penyakit jantung adalah sekelompok gangguan yang meliputi jantung dan seluruh sistem pembuluh darah (vaskular), dan oleh karenanya sering disebut "penyakit kardiovaskular".
Penyakit jantung membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Pada sebagian besar kasus, penyakit ini kadang-kadang terjadi akibat 30 tahun peradangan dan kerusakan dinding pembuluh darah yang tak kasatmata. Tanpa gejala yang jelas, dinding arteri bisa menebal dan mengeras akibat plak, perlahan-lahan kehilangan kelenturannya. Akhirmya, timbunan plak ini mempersempit rongga pembuluh arteri tempat mengalirnya darah, menurunkan pasokan darah yang mengandung oksigen ke seluruh sistem kardiovaskular, termasuk arteri koroner, yang menghantarkan darah ke jantung. Bila mengeras atau menyempit, arteri tidak mampu memasok zat-zat yang diperlukan oleh organ tubuh untuk dapat berfungsi dengan baik, yang membuat jantung harus bekerja lebih keras. Bahaya lain adalah bekuan darah atau potongan plak yang terlepas kemungkinan bisa terjepit diarteri dan membuat bagian tubuh kekurangan pasokan darah yang normal, menyebabkan serangan jantung atau stroke, penyakit kardiovaskular yang paling sering muncul. Proses ini, yang  disebut atreriosklerosis, bisa bermanisfestasi dalam berbagai keadaan kardiovaskular berikut :
  • Infarktus miokardia : ini adalah istilah medis untuk serangan jantung, penyebab kematian tertinggi di AS. Serangan jantung terjadi jika satu atau lebih dari tiga arteri koroner utama yang memasok darah ke otot jantung menjadi sangat sempit atau tersumbat. Serangan jantung biasanya terjadi akibat aterosklerosis (juga disebut penyakit jantung koroner atau penyakit jantung iskemia) dan/ atau bekuan darah yang tersangkut  dalam arteri koroner menghentikan aliran darah yang mengandung oksigen ke suatu area otot jantung, sehingga terjadi kematian jaringan jantung. Kira-kira 30% dari serangan jantung termasuk fatal.
  • Stroke : penyebab kematian nomor tiga di AS. Istilah ini dipakai untuk menyebut kerusakan otak akibat kurangnya aliran darah ke suatu area di otak. Stroke biasanya disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat bekuan darah,  yang membuat darah yang mengandung oksigen tidak bisa mencapai  jaringan otak,  sehingga terjadi kematian sel-sel otak, sehingga terjadi kematian sel-sel otak. Kira-kira 25% dari stroke  termasuk fatal.
  • Tekanan darah tinggi : Bentuk penyakit kardiovaskuler yang paling umum dan penyebab utama terjadinya stroke. Juga dikenal sebagai hipertensi, tekanan darah tinggi yang khas akibat hilangnya elastisitas arteri. Yang secara klinis disebut tekanan darah tinggi adalah tekanan sistolik sama dengan atau lebih dari 140 dan / atau tekanan darah sistolik sama dengan atau lebih dari 90. Meskipun demikian, kenaikan tekanan darah yang sedikit saja bisa berbahaya. Hampir dua pertiga  dari semua serangan jantung terjadi pada orang yang tekanan darahnya hanya naik sdikit.
  • Gagal jantung kongestif : Jika jantung yang lemah tidak mampu lagi memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh, keadaan tersebut disebut gagal jantung kongensif , atau gagal jantung saja. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh tekanan darah tinggi menahun, aterosklerosis, cacat jantung kongenital, (timbul sejak lahir), atau kardiomiopati (keadaan jantung yang membahayakan jiwa akibat peradangan jaringan otot, pengerasan jaringan, atau hilangnya serabut otot).
  • Penyakit vaskular periferal : Komplikasi aterosklerosis yang sering dijumpai yang disebabkan oleh kurangnya pasokan darah ke tungkai bawah dan telapak kaki, menyebabkan nyeri otot yang hebat. Sistem vaskular periferal terdiri atas pembuluh darah dan kapiler yang berukuran lebih kecil dimana bekuan darah bisa tersangkut dengan mudah.
  • Angina pektoris: Nyeri tiba-tiba yang biasanya dirasakan didada atau kadang-kadang ditempat lain seperti lengan atau bahu kiri. Gejala ini disebabkan oleh terhalangnya aliran darah, menyebabkan kurangnya oksigen untuk jaringan  jantung. Aliran darah paling sering terhalang oleh aterosklerosis dan biasanya terjadi saat olahraga  ketika jantung memerlukan oksigen  lebih banyak dari yang bisa disediakan oleh tubuh.
  • Klaudikasio intermiten: Adalah keadaan yang disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk ke kaki, yang menyebabkan nyeri mirip kram. Nyeri ini biasanya adalah gejala pertama dari penyakit vaskular periferal dan bisa merupakan indikasi adanya arteri yang rusak  dibagian lain tubuh.
  
Terdapat banyak faktor resiko penyakit jantung. Kecondongan genetis, bertambahnya usia, tekanan darah tinggi, diabetes, kenaikan kadar kolesterol LDL dan rendahnya kadar kolesterol HDL, obesitas, merokok, stress, serta gaya hidup tanpa olahraga merupakan faktor resiko utama yang menyebabkan keadaan kardiovaskular saat ini. Faktor risiko lain yang juga mulai diperhitungkan adalah resistensi insulin, dan sindrom metabolis, (juga disebut sindrom X), dua kelainan yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah (glukosa) dan insulin, yang memulai rangkaian peristiwa yang turut menyebabkan peradangan serta menimbulkan plak; kenaikan kadar homosis (asam amino yang berpotensi menimbulkan keracunan yang merusak dinding pembuluh darah); fibrinogen (protein darah yang melengketkan trombosit); dan protein C-reactif (protein darah yang ditemukan pada luka aterosklerotik serta berhubungan dengan timbulnya luka tersebut). Namun diantara semua faktor resiko ini, tekanan darah tinngi dan kolesterol yang meningkat diduga merupakan dua penyebab utama, yang memulai proses kerusakan. Masing-masing mempercepat proses aterosklerosis dan efek kerusakannya yang mengancam jiwa.
Penderita tekanan darah tinggi secara umum memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Jika anda mengidap hipertensi, Anda sudah memiliki penyakit jantung. Dan jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan kenaikan kadar kolesterol, Anda adalah kandidat untuk mengidap masalah kesehatan lain yang serius, bukan hanya pada jantung dan arteri, tetapi juga pada ginjal, paru-paru, otak dan sistem syaraf.
Tak satupun tindakan yang bisa Anda lakukan yang akan mengubah  hidup Anda sama dramatisnya seperti jika Anda mengendalikan tekanan darah tinggi serta kolesterol Anda. Capailah target itu, dan Anda akan mengendalikan hidup Anda sekali lagi- dan mungkin bisa dilakukan tanpa obat. Jika saat ini Anda sedang mengkonsumsi obat, jangan berhenti sebelum diketahui atau disetujui oleh dokter Anda.
Untuk mempelajari apa yang Anda bisa lakukan untuk mengendalikan kesehatan kardiovaskular Anda, pertama-tama Anda harus memahami bagaimana tekanan darah normal dan kolesterol bekerja, dan bagaimana tekanan darah tinggi serta kenaikan kadar kolesterol menimbulkan kerusakan .
 

Memahami Naik Turunnya Tekanan Darah

 

Tekanan darah adalah tekanan dari darah pada sistem vaskular tubuh. Sisten vaskular membawa darah yang kaya oksigen menjauhi jantung menuju pembuluh darah , arteri dan kapiler untuk masuk ke jaringan. Setelah jaringan mendapatkan oksigen, darah masuk ke vena dan dibawa kembali ke jantung dan paru-paru. Tekanan darah adalah ukuran kekuatan yang ditimbulkan oleh darah terhadap dinding arteri. Pengukurannya dicatat dalam bentuk pecahan. Tekanan darah sistolik, yang merupakan pembilang pada pembacaan tekanan darah, mencatat tekanan yang timbul saat jantung berelaksasi. Tekanan darah adalah cara sederhana untuk mengukur seberapa keras jantung Anda harus bekerja untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh.
Tekanan darah adalah salah satu dari dua pengukuran terpenting yang digunakan untuk menilai kesehatan sistem kardiovaskular Anda; yang lainnya adalah kolesterol. Jika dibaca bersama-sama, angka sistolik dan diastolik memberikan ganbaran yang cukup akurat. Kenaikan tekanan darah (diukur dengan satuan milimeter raksa , atau mmHg) dikelompokkan dalam beberapa tahap dan semakin tinggi angkanya semakin serius:

 

TEKANAN DARAH (mmHg)
DIINGINKAN
PERBATASAN
 HIPERTENSI
 

Prahipertensi
Tahap I
Tahap II
Sistolik
< 120
120-139
140-159
160 keatas
Diastolik
< 80
80-89
90-99
100 ke atas
 

 

Tekanan darah tinggi ditandai oleh hasil pengukuran yang sama dengan atau diatas 140/90. Sampai belum lama ini, sebagian besar dokter berfokus pada tekanan diastolik (angka bawah) dan menganggap tekanan sistolik (angka atas) hanya sebagai pertimbangan sekunder pada pencegahan resiko. Akan tetapi, penelitian sekarang menunjukkan bahwa kenaikan pada tekanan yang manapun bisa memberi implikasi berbahaya. Timbulnya stroke, serangan jantung, dan kejadian kardiovaskuler lain seperti aneurisma (yang terjadi bila darah menekan bagian yang lemah dan tipis dari pembuluh darah sehingga menimbulkan tonjolan dan, pada sebagian kasus, pecahnya pembuluh darah) meningkat semakin pesat dengan naiknya tekanan sistolik. Tingginya tekanan sistolik juga penting dalam menilai pengaruh tekanan arteri pada morbiditas kardiovaskular. Pria dengan tekanan diastolik yang normal (< 80) dan tekanan sistolik yang meningkat (< 140) memiliki rasio kematian kardiovaskular  yang juga meningkat 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan orang dengan tekanan sistolik normal ( < 120). Orang dewasa lain dengan kenaikan tekanan sistolik saja, suatu keadaan dimana tekanan sistolik tinggi walaupun tekanan diastolik normal, yang merupakan bentuk tekanan darah tinggi paling umum pada para lansia (lanjut usia), diduga merupakan indikator signifikan dari serangan jantung dan stroke. Dengan naikknya tekanan darah diastolik dari 80-89. kejadian kardiovaskular juga meningkat. Kenaikan tekanan diastolik saja telah ditemukan sebagai faktor resiko kuat untuk kondisi seperti serangan jantung dan stroke, terutama pada orang dewasa muda.
Tekanan darah Anda sering naik dan turun sepanjang hari. Tekanan darah bisa berubah dalam hitungan menit, tergantung pada waktu dalam suatu hari, keadaan psikologis, atau aktivitas fisik Anda, misalnya. Hasil pengukuran tekanan darah 120/80 disaat santai bisa naik saat Anda berada dibawah tekanan karena mengunjungi ruang praktik dokter  menjadi 140/90, diatas ambang normal. Kecondongan ini, yang disebut " tekanan darah labil" atau "hipertensi kerah putih", mempengaruhi sejumlah besar orang dewasa. Tekanan darah juga bisa naik untuk sementara waktu selama beberapa bulan, misalnya pada hipertensi akibat kehamialn. Hanya jika tekanan darah sering kali tinggi dan konsisten barulah disebut tekanan darah tinggi yang sebenarnya, atau hipertensi. Sebagian besar orang dengan kenaikan tekanan darah didiagnosis sebagai tekanan darah perbatasan atau "prahipertensi". Pada tahap inilah masalah medis yang berhubungan dengan  tekanan darah tinggi dimulai, dan bila tidak diobati, bisa menimbulkan konsekuensi kesehatan jangka panjang yang mendatangkan malapetaka.
Sulit dipercaya bahwa Anda bisa menjadi sekarat jika Anda bisa bangun dan berjalan-jalan, namun hal tersebut sungguh terjadi jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Itu lah julukan untuk tekanan darah tinggi - sang" pembunuh diam-diam". Tanpa rasa nyeri, seringkali tanpa gejala, dan tidak memberi Anda waktu untuk bersiap-siap. Sebanyak 50 juta orang Amerika (sekitar satu dari enam) mengidap tekanan darah tinggi. Penyebarannya bahkan lebih meluas  lagi diantara lansia di Amerika, lebih dari setengah di antaranya mengidap tekanan darah tinggi. Sebagian besar kasus pada saat ini tidak terdeteksi, tidak diobati, atau tidak mendapat pengobatan yang cukup, dan dua kali lebih mengancam jiwa jika Anda tidak tahu Anda mengidapnya. Selain usia tua dan obesitas, tekanan darah tinggi adalah prediktor paling besar dari memendeknya usia harapan hidup. Dari 50 juta orang Amerika dengan tekanan darah tinggi, 10 juta atau lebih mungkin mendapat obat-obatan yang manfaatnya dipertanyakan atau yang diketahui berbahaya.
 

Pengaruh Tekanan Darah Tinggi pada Tubuh

Tekanan darah tinggi yang kronis terutama sangat mempengaruhi jantung dan arteri. Jika tekanan darah Anda tinggi artinya jantung Anda harus bekerja lebih berat dari biasanya untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Setelah beberapa waktu hal ini membuat jantung menjadi aus terpakai, dan seperti otot lain, membesar karena usaha berlebihan, yang mempengaruhi kerjanya dalam memompa darah. Perlahan-lahan, jantung akan semakin kurang mampu memenuhi tuntutan tubuh dan mulai gagal berfungsi.
Tekanan darah tinggi membuat darah beredar melalui arteri dalam kecepatan tinggi. Meningkatnya aktivitas dan tegangan akhirnya meminta korban dari arteri Anda, melemahkan dindingnya dan meletihkan  permukaannya yang sehat. Luka dan peradangan kecil  mulai terbentuk, yang menarik kolesterol berbahaya dalam jumlah besar, logam seperti timbel (Pb) dan kadmium, serta bahan-bahan lain yang bersifat mengiristasi, yang semakin menumpuk setelah beberapa waktu, sehingga arteri Anda menjadi kurang elastis.
Jika tetap tidak diobati dalam waktu bertahun -tahun, atau berpuluh-puluh tahun, tekanan diri bisa menyebabkan aterosklerosis, stroke, dan gagal jantung. Bisa juga menyebabkan gagal ginjal, diabetes, impotensi dan kelainan  mata seperti perdarahan, retinopati, dan papiledemia (pembengkakan didalam mata). Penelitian yang dilaporkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi  juga bisa mempengaruhi fungsi otak dan merupakan komponen utama pada penyakit demensia seperti Alzheimer dan demensia vaskular, bentuk demensia kedua yang paling sering setelah Alzheimer. Komplikasi hipertensi yang lain adalah gangguan penyerapan nutrien dari makanan . Karena efek tekanan darah tinggi menyebar keseluruh sistem vaskular tubuh, pada akhirnya tak satu pun organ atau sistem yang tak terpengaruh.
 

Penyebab Kelainan Darah Tinggi

Pada 90-95% penderita tekanan darah tinggi, tidak ada penyebab fisiologis tunggal. Jenis tekanan darah ini disebut hipertensi"essensial" atau "primer". Walaupun penyebab pasti dari tekanan darah tinggi masih belum diketahui, riset menunjukkan hal tersebut merupakan interaksi rumit antara faktor resiko genetis, lingkungan, dan yang berhubungan dengan gaya hidup. Faktor-faktor yang utama adalah:
  • Pola makan yang tidak tepat dengan komposisi tidak seimbang, biasanya tinggi kalori, natrium (garam) dan lemak, serta rendah protein dan nutrien pelindung jantung.
  • Rasio natrium terhadap kalium yang tidak seimbang
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Merokok
  • Kenaikan kadar kolesterol
  • Resistensi insulin
  • Obat-obatan (sebagian besar obat filek dan flu yang dijual bebas serta penekan nafsu makan dan obat anti radang nonstreroid yang diresepkan)
  • Obesitas
  • Stress
  • Racun, khususnya logam berat (alumunium, kadmium, timbel, dan lain-lain)
 

Obesitas adalah faktor gaya hidup nomor satu yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi, seperti juga dengan banyak penyakit modern lainnnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah secara langsung berbanding lurus dengan kenaikan berat badan. Bahkan berkurangnya beberapa kilogram terbukti membuat perbedaan yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah.
Merokok juga merupakan faktor penyebab lain yang utama. Mengisap satu batang rokok saja bisa membuat tekanan darah naik sepuluh point atau lebih. Nikotin membuat pembuluh darah menyempit, sehingga jantung harus bekerja lebih berat untuk memompa darah melalui pembuluh tersebut, dan karbon monoksida dari rokok menurunkan jumlah oksigen dalam darah. Merokok secara teratur bisa membuat tekanan darah tetap tinggi. Lambat laun, penurunan kadar oksigen meningkatkan pembekuan darah dan pembentukan plak.
Pola makan yang tinggi sukrosa (terutama ditemukan dalam gula tebu dan beberapa jenis buah dan sayuran) juga memiliki efek meningkatkan tekanan darah. Orang Amerika khususnya mengonsumsi gula olahan dalam jumlah besar. Konsumsi karbohidrat dalam kadar yang tinggi (50-80% dari makanan) terbukti memicu retensi (penahanan secara terus menerus zat dalam tubuh yang secara normal seharusnya dikeluarkan) natrum, dan melalui retensi natrium ini, tekanan darah meningkat. Sebagian peneliti meyakini, bahwa faktor makanan pada tekanan darah tinggi mungkin berhubungan dengan kelebihan asupan kalori dari lemak jenuh (terutama ditemukan dalam produk hewan), juga kolesterol dan garam yang tinggi.
Stress dan aktivasinya pada sistem syaraf simpatik, salah satu bagian dari sistem syaraf otonom (tidak disadari), yang mendominasi saat stress, memegang peranan penting dalam menciptakan tekanan darah tinggi. Telah menjadi semakin jelas bahwa perubahan gaya hidup bisa menurunkan kelebihan kadar katekolamin, bahan kimia yang berpotensi negatif yang meningkat saat stress. Kecemasan dan strss emosional meningkatkan tekanan darah pada banyak orang, namun tidak semua orang. Dan walaupun ketegangan tidak selalu identik dengan hipertensi, penelitian berulang-ulang menunjukkan bahwa kecemasan adalah salah satu emosi yang menyebabkan melonjaknya tekanan darah. Kepribadian Anda juga merupakan faktor penyebab. Penelitian mengenai kesehatan terlama di Amerika Serikat, Framingham Heart Study yang legendaris dan masih terus berlangsung, menemukan bahwa kepribadian tipe -A (terlalu ingin mencapai sukses) meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.   
Faktor lingkungan yang mungkin berhubungan dengan tekanan darah tinggi diantaranya adalah iklim dingin, perbedaan suhu antara musim dingin dan panas, dan rendahnya status sosio ekonomi serta tingkat pendidikan. Yang harus diwaspadai adalah kehamilan pada usia lanjut (35 tahun atau lebih) dan konsumsi licorice (glycyrrhizinical) dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi sementara.
Sebanyak 5-10% kasus sisanya, dimana tekanan darah tinggi merupakan gejala dari suatu penyakit atau keadaan medis yang memengaruhi, disebut hipertensi "sekunder". Hipertensi jenis ini bisa disebabkan oleh diabetes, hiperkalsemia (terlalu banyak kalsium dalam darah), gangguan hormonal, (akromegali, disfungsi kelenjar adrenal, kelebihan produksi aldosteron, hipotiroid dan hipertiroid, penyakit cushing, penggunaan estrogen), preeklamsia (suatu komplikasi kehamilan), gangguan ginjal (stenosis arteri renalis, ginjal polisistik, penyakit ginjal interstitial, glomerulonefritis), apnea saat tidur, tumor (pheocrhomocytoma), atau koarktasio aorta (suatu kerusakan aorta turunan)
 

Siapa Yang Mengidap Tekanan Darah Tingi

Selain faktor gaya hidup dan masalah kesehatan mendasar yang bisa turut menyebabkan tekanan darah tinggi, terdapat beberapa kelompok ras yang lebih cenderung  mengalami keadaan ini dibandingkan ras yang lain. Tekanan darah tinggi lebih sering dijumpai pada orang Amerika keturunan Afrika dan Hispanik daripada Kaukasia. Persentase orang Afrika-Amerika yang menderita hipertensi kira-kira sepertiga kali lebih tinggi daripada orang kulit putih. Tampaknya hipertensi merupakan epidemi pada populasi Afrika-Amerika, dimana sekitar sepertiga orang kulit hitam berusia antara 18-49 serta dua pertiga yang berusia diatas 50 menderita hipertensi. Orang Afrika-Amerika juga dua kali lebih mungkin menderita gagal ginjal dan mamiliki tingkat terjadinya stroke kedua tertinggi didunia, setelah orang Jepang.
Hipertensi juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Pria cenderung mengalami tekanan darah tinggi lebih dini daripada wanita. Tekanan darah pada pria tampaknya mulai naik antara usia 35 dan 50, sedangkan pada wanita biasanya belum mulai naik sampai setelah menopause, pada saat dimana risikonya sama cengan pria. Kenaikan tekanan darah selama menopause pada wanita dan pria berhubungan dengan penurunan hormon seks, dan kenaikan kadar kolesterol. Hormon seks testoteron, estrogen, dan progesteron dibuat dari kolesterol. Bila tubuh berhenti menggunakannya untuk membuat hormon seks, tentu saja hormon kolesterol menumpuk.
Penuaan juga meningkatkan resiko. Tekanan darah naik secara alamiah saat Anda menua dan hipertensi cenderung meningkat sejalan dengan usia. Tekanan darah berawal pada tingkat yang normal dimasa kanak-kanak dan meningkat secara bertahap dengan bertambahnya usia. Pada usia 65 lebih, lebih dari setengah jumlah orang Amerika- pria dan wanita sama-memiliki tekanan darah tinggi. Walaupun tekanan darah tinggi terutama terjadi pada orang dewasa, tren dalam hal ini dan dalam sebagian besar penyakit lain yang diakibatkan oleh gaya hidup adalah bahwa pengaruhnya pada anak-anak semakin kuat, mungkin akibat faktor makanan seperti konsumsi lemak dan karbohidrat olahan yang lebih tinggi. Dan semakin muda usia Anda saat mendapatkannya, semakin sulit disembuhkan.
Keturunan juga memegang peranan kecil dalam hipertensi. Jika orang tua atau kakek nenek Anda memiliki tekanan darah tinggi, kenungkinan Anda juga mengalaminya meningkat.
 

Memahami Kolesterol Baik dan Jahat

 

Kolesterol adalah bahan semacam lilin dan seperti lemak yang sesungguhnya diperlukan unutk kesehatan Anda. Kolesterol merupakan komponen essensial dari setiap sel dan diperlukan oleh tubuh untuk melakukan banyak fungsi dasar. Kolesterol membantu hati menghasilkan empedu, yang diperlukan untuk mencerna lemak, dan merupakan bahan pembentuk, yang darinya tubuh membuat kelenjar adrenal dan hormon seks. Kolesterol juga membentuk jubah pelindung disekitar dinding sel dan selubung mielin syaraf, serta bekerja sebagai pelumas pada dinding arteri, membantu kelancaran aliran darah.
 Sebagian besar kolesterol yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsi-fungsi ini dibuat oleh hati. Jika masih diperlukan lebih banyak kolesterol, itu bisa didapatkan dari sumber makanan. Jenis kolesterol ini disebut kolesterol makanan. Begitu dibawa dari usus dan dibawa didalam hati, namanya menjadi kolesterol serum, atau darah, dan bergabung dengan kolesterol yang dibuat sendiri oleh hati. Kolesterol serum ini kemudian diedarkan ke sel-sel yang memerlukannya diseluruh tubuh. Dalam keadaan ideal, setiap kelebihan kolesterol akan dikembalikan ke hati.
Kolesterol dalam jumlah yang seimbang sangat penting bagi tubuh. Terlalu sedikit kolesterol tidaklah sehat, sama dengan terlalu banyak. Kadar kolesterol dibawah 135 bisa merupakan tanda adanya stress kelenjar adrenal, kerusakan hati yang berat (akibat bahan kimia, obat, atau hepatitis), serta gangguan autoimun atau "penyerangan diri sendiri" seperti alergi, lupus dan artritis rematoid. Kadar kolesterol yang menurun juga telah dihubungkan dengan kanker dan gangguan fungsi kekebalan tubuh secara umum, yang tampak melalui kelelahan, infeksi berulang, luka yang sulit sembuh, dan meningkatnya kerentanan terhadap semua jenis penyakit. Diet rendah lemak dan penggunaan obat yang dijual bebas atau obat penurun kolesterol bisa menyebabkan turunnya kadar kolesterol sampai tingkat yang tidak sehat, begitu pula dengan olahraga berlebihan (khususnya pada wanita). Stress psikologis dan kekurangan asam lemak esensial serta mineral mangan adalah penyebab lain kadar kolesterol yang rendah secara abnormal.
Jika jumlahnya lebih banyak dari yang bisa diproses dan digunakan oleh tubuh, kolesterol bisa disimpan dalam dinding pembuluh darah dimana kemudian menjadi berbahaya bagi tubuh. Kenaikan kadar kolesterol, yaitu angkanya lebih dari 200, merupakan faktor risisko tunggal yang paling penting pada penyakit jantung koroner. Penyakit jantung paling sring melibatkan sumbatan sebagian atau sempurna dari salah satu arteri koroner yang memasok oksigen ke jantung. Plak yang bisa  terbentuk di dinding arteri dan menyebabkan penyempitan terutama terdiri atas timbunan lemak yang kaya akan kolesterol, yang bergabung dengan kalsium, protein dan sel-sel otot polos (sel yang tumbuh dengan cepat yang berkembang biak pada lapisan dinding arteri yang rusak). Pembentukkannya memicu rangkaian peristiwa yang ikut menyebabkan penyakit jantung.
Framingham Heart Study adalah penelitian kesehatan pertama di AS yang dilakukan untuk mencari hubungan antara kolesterol dan penyakit jantung.. Pada penelitian berskala besar yang melibatkan lebih dari 360.000 orang ini, hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kematian kardiovaskular meningkat sejalan naiknya kadar kolesterol. Selain aterosklerosis, kadar kolesterol yang meningkat juga  terlibat pada permukaan batu empedu, gangguan mental, dan tekanan darah tinggi.
Namun demikian hubungan antara kadar kolesterol dan penyakit jantung itu rumit, dengan kenyataan bahwa tubuh menghasilkan dua bentuk utama dari kolesterol. Kolesterol dibawa melalui aliran darah dalam dua komponen protein: lipoprotein berdensitas rendah (low- density lipoprotein/LDL) dan lipoprotein berdensitas tinggi (higt density lipoprotein/HDL). LDL dianggap kolesterol yang "jahat" atau merusak, karena membawa kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh dan pembuluh darah dimana kolesterol itu kemudian tinggal didalam sel-sel yang melapisi dinding arteri. Disisi lain, HDL dianggap "baik", atau melindungi, karena membawa kolesterol dari dinding arteri ke hati, dimana kolesterol dipacah untuk dibuang dari tubuh. Ukuran kolesterol LDL dan HDL juga berbeda. Kolesterol LDL terbuat dari partikel -partikel berukuran lebih besar dan lebih mungkin tersangkut dilapisan dinding arteri, sedangkan partikel kolesterol HDL lebih kecil sehingga kemungkinan tersangkut lebih kecil. Semakin tinggi kadar kolesterol LDL dalam tubuh Anda, semakin besar risiko Anda mengidap penyakit jantung koroner.
 

Efek Kolesterol Dalam Tubuh

Riset selama dekade terakhir menunjukkan bahwa kolesterol, dengan hanya bersembunyi dalam sel-sel yang melapisi arteri, tidak selalu berubah menjadi plak yang menyumbat arteri. Kini diduga bahwa proses oksidasilah yang membuat komponen LDL dari kolesterol menjadi begitu berbahaya. Oksidasi bila sistem antioksidan dalam tubuh Anda tidak mampu menetralkan molekul-molekul tak stabil yang berubah decara negatif dan bernama radikal bebas. Radikal bebas terjadi secara alamiah dalam tubuh atau bisa diawali oleh paparan terhadap polutan lingkungan seperti asap rokok, bahan kimia, obat bebas dan obat dengan resep dokter, logam berat, atau stress. Tanpa perlindungan antioksidan yang cukup, kolesterol LDL bergabung dengan oksiden dan membentuk oksi kolesterol. Substansi ini bekerja di dalam dinding arteri seperti radikal bebas yang sangat reaktif, dimana substansi ini mengiritasi dinding arteri, yang memulai proses peradangan, dan akhirnya turut menyebabkan pembentukan plak. Jika tak diatasi plak ini akhirnya akan sama sekali menutup arteri yang terkena atau pecah dan hancur, menyebabkan angina, dan mungkin serangan jantung atau stroke.
Sebagian penelitian paling awal mengenai oksi-kolesterol dilaporkan dalam Journal of Orthomolekular Medicine. Dalam percobaan, kelinci diberi kolesterol murni, dan juga oksi kolesterol. Setelah 45 hari, diamati adanya penebalan lapisan aorta ( arteri utama yang mengantarkan darah dari jantung menuju dada dan perut) pada kelompok yang diberi oksi-kolesterol. Tidak ditemukan penebalan pada kelinci yang mendapat kolesterol murni. Percobaan serupa yang dilakukan pada monyet, memberikan hasil serupa. Keberadaan oksi kolesterol yang ditempeli radioaktif dilacak di seluruh tubuh dan hasilnya menunjukkan bahwa oksi kolesterol khususnya berhubungan dengan LDL dan lipoprotein berdensitas sangat rendah (very low density lipoprotein/VLDL). VLDL terutama dibentuk oleh trigliserida, partikel yang ukurannya bahkan lebih besar dari LDL jahat. Hampir tak ada afinitas menuju lipoprotein berdensitas tinggi yang baik.
Karena kolesterol merupakan campuran antara kolesterol baik (HDL) dan jahat (LDL), pemeriksaan kadar kolesterol dikelompokkan menjadi kolesterol total (jumlah LDL dan HDL yang beredar dalam darah), dan trigliserida. Semakin tinggi jumlah kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, semakin tinggi risiko penyakit jantung. Sebaliknya, semakin tinggi kadar kolesterol HDL, semakin rendah resiko Anda mengalami masalah dengan jantung. Pemeriksaan kadar kolesterol total dalam darah termasuk kadar HDL dan LDL digabungkan dan diukur dalam miligram per desiliter darah (mg/dl).
 

LEMAK DARAH (mg/dl)
DIINGINKAN
PERBATASAN
MENINGKAT
Risiko Rendah
Risiko sedang
Risiko tinggi
Kolesterol Total
< 200
200-239
240 keatas
Kolesterol LDL
<130
130-159
160 keatas
Kolestero; HDL
60 keatas
35-59
< 35
Trigliserida
< 200
200-399
400 ke atas
 

Profil kolesterol terbaik adalah yang memiliki rasio kadar kolesterol LDL yang rendah terhadap kolesterol HDL yang tinggi.
 

Penyebab Tinggi Kadar Kolesterol  

Kadar kolesterol darah bisa dipengaruhi oleh apa yang Anda makan. Jika kolesterol yang ada lebih banyak dibanding mekanisme alami  tubuh untuk menghadapinya, kolesterol bisa menempel didalam dinding pembuluh darah, membuatnya jadi lebih sempit. Karena digunakan oleh hati untuk menghasilkan kolsterol, komsumsi lemak jenuh dalam jumlah berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol darah secara signifikan. Daging merah berlemak dan produk susu merupakan sumber utama kolesterol dan dan lemak jenuh dari makanan. Selain itu, lemak jenuh yang telah digunakan atau telah digoreng, diasap, atau diawetkan, atau disimpan, juga tepung telur dan moldly cheese (sering ditemukan pada makanan siap saji), mengandung jumlah oksi-kolesterol yang tinggi dan meningkatkan kadar kolesterol darah. Tabel 4.1 pada halaman 48 menyajikan daftar 12 makanan yang memiliki kadar kolesterol teroksidasi yang paling tinggi. Cukup dikatakan bahwa  pada makanan Amerika, asupan kolesterol yang paling berbahaya beasal dari lemak teroksidasi yang rusak karena panas dan sebagian besar orang Amerika makan makanan yang amat kurang akan nutrien yang bisa melindungi arteri mereka dari bahaya akibat oksidasi kolesterol.
Makanan dan keadaan berikut paling berperan dalam menyebabkan kadar kolesterol yang tinggi:
·         Kekurangan asam amino akibat asupan protein berkualitas rendah
·         Kekurangan antioksidan (vitamin C dan E, selenium dan seng) akibat rendahnya asupan buah dan sayuran)
·         Kekurangan biotin dan karnitin (bahan berhubungan dengan vitamin B) akibat pengolahan serelia utuh.
·         Kekurangan asam lemak essensial akibat asupan lemak berkualitas rendah
·         Asupan alkohol berlebihan
·         Asupan lemak terhidrogenasi atau lemak olahan secara berlebihan (lemak babi, lemak untuk kue kering atau shortening, minyak biji kapas, minyak kelapa sawit, margarin dan lain-lain) yang ditemukan pada banyak makanan olahan.
·         Asupan zat tepung yang berlebihan (jagung, kentang, putih, dan lain-lain)
·         Asupan gula secara berlebihan yang ditemukan pada banyak makanan olahan.
·         Kekurangan serat akibat kurangnya asupan buah dan sayuran
·         Alergi makanan
·         Kekurangan hormon ( testoteron, DHEA, estrogen, hormon pertumbuhan dan lain-lain)
·         Disfungsi hati
·         Meningkatnya kerusakan jaringan akibat infeksi, radiasi, kerusakan fungsi hati, atau aktivitas oksidatif
 

Siapa Yang Mengidap Kolesterol Tinggi

Sebanyak 75 juta orang Amerika (hampir satu dari setiap empat orang) di AS mengalami kenaikan kadar kolesterol- dan sebagian besar diantaranya tidak tahu sejak kapan mereka mengidapnya. Seperti tekanan darah tinggi, kolesterol merusak tanpa disadari. Diperkirakan  pada 25% orang yang mengalami serangan jantung, tidak ada tanda peringatan sebelumnya.
Secara umum, pria yang berusia diatas 45 tahun lebih mudah terkena kolesterol tinggi. Kadar kolesterol pada wanita lebih mungkin naik setelah usia 55. Orang yang merokok, yang mengidap diabetes, atau yang memiliki riwayat penyakit jantung di usia dini dalam keluarga juga memiliki risiko lebih tinggi. Sekelompok kecil orang memiliki gangguan turunan yang disebut hiperkolesterolemia famial, suatu keadaan genetis yang ditandai oleh kadar kolesterol yang luar biasa tinggi.
Pada sebagian kecil orang kadar kolesterol yang tinggi bukan merupakan penanda adanya penyakit jantung. Sama saja sebagian besar orang bisa memiliki kadar kolesterol yang normal namun tetap menderita penyakit jantung. Akan tetapi secara umum kolesterol, seperti halnya tekanan darah tinggi, merupakan tanda peringatan awal dari adanya penyakit jantung dan kardiovaskular yang akan terjadi.
 

Mengatasi Tekanan Darah Tinggi dan
Kenaikan Kadar Kolesterol
Berita baik pada gangguan yang merupakan berita buruk ini adalah bahwa keduanya memberikan respons yang baik dan cepat terhadap pengobatan yang tepat. Dan pengobatan tesebut adalah Program Tak Ada Lagi Hipertensi dan penyakit jantung tanpa obat, yang telah kami gunakan untuk mengembalikan lebih dari 3000 pasien ke kehidupan yang sehat dan bebas obat. Program ini merupakan program "lakukan sendiri" (dengan sepengetahuan dokter Anda tentunya) yang pertama untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol Anda tanpa obat-obatan, seumur hidup.
Sayangnya, bukan seperti cara sebagian besar hipertensi dan kenaikan kadar kolesterol diobati di banyak tempat praktik lain. Pada kasus tekanan darah tinggi yang ringan atau kenaikan kadar kolesterol yang sedikit, kadang-kadang dianjurkan aturan diet, olahraga, dan penurunan berat badan, namun oleh sebagian besar dokter, obat anti hipertensi dan penurunan kadar kolesterol hampir selalu diresepkan. Dan sementara obat tersebut mungkin efektif untuk membawa tekanan darah dan kolesterol ke tingkat yang sehat, efek sampingnya bisa tak menyenangkan dan berbahaya, dan sering kali mendorong Anda ke arah spiral yang berjalan menurun, membuat Anda rentan terhadap gangguan jantung dan vaskular lain serta gangguan organ utama.
Seperti yang akan Anda temukan pada bab berikut, mengobati kondisi tersebut dengan obat-obatan yang tidaklah menyelesaikan masalah.
 

Sumber : Eric R. Braverman, M.D., dan Dasha Braverman, B.S.,R.P.A.-C
 

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:21
 
EFEK VASKULER OBAT ANTIHIPERTENSI PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2008 18:39

EFEK VASKULER OBAT ANTIHIPERTENSI

 

 

ABSTRAK
Secara hemodinamik tekanan darah ditentukan oleh cardic out put (CO)  dan systemic  vascular resistance (SVR). Cardiac out put ditentukan oleh stroke volume dan heart rate, sedangkan systemic vascular resistance ditentukan oleh renal dan periferal vascular resistance.
 

Hipertensi diakibatkan oleh peningkatan salah satu atau lebih dari komponen tersebut, sehingga pengendalian tekanan darah secara logis dan ideal adalah dengan cara menurunkan CVR dan mempertahankan COP. Kedua hal tersebut didapat dengan cara memperbaiki  arterial compliance, mempertahankan perfusi, dan memperbaiki endothelial dysfunction. Obat-obat  antihipertensi yang mempunyai profil hemodinamik seperti itu adalah, ACE inhibitors (ACEI), Angiotensin II receptors antagonissts  (AIIRA), Calcium channel blockers (CCB), beta-blockers (BB) with intrinsic sympathomimetic activity (ISA), alpha-beta blockers (ABB) dan Indapamide. Sedangkan diuretik dan beta blokers dengan ISA negatif, tidak mempunyai profil tersebut, walaupun tetap mempunyai efek antihipertensif yang baik.
 

Berbagai  penelitian telah membuktikan bahwa pengobatan jangka panjang dengan ACEI mengakibatkan efek yang baik terhadap aterogenesis. Efek tersebut berupa penghambatan produksi angiotensin II (baik tissue maupun circulating) dan peningkatan fungsi bradikinin. Aksi ini mengakibatkan penurunan proliferasi dan migrasi sel otot polos, megurangi akumulasi dan aktifitas sel inflamasi, megurangi oxidative stress, dan meningkatkan pembentukan endothelial nitric oxide yang akan memperbaiki fungsi endotel.
 

Efek vaskular AIIRA, secara garis besar sama dengan ACEI, karena keduanya menghambat efek angiotensin II. Hanya dsaja AIIRA tidak meningkatkan (malah memblok) efek bradikinin. Namun di lain pihak, AIIRA menghambat efek negatif reseptor angiotensin I dan merangsang efek positif reseptor angiotensin II. Akhir-akhir ini ACEI dan AIIRA sering dikombinasikan, dan terbukti memberikan efek vaskuler yang lebih baik. CCB, sebuah obat antihipertensi yang mempunyai efek memperlambat prolifersi dan migrasi otot polos vaskular, menghambat infiltrasi monosit, menghambat agregasi platelet, memperbaiki disfungsi endotel, dan  memodulasi metabolisme kolesterol selular. Efek ini disamping mampu menurunkan tekanan darah juga dapat memperbaiki disfungsi endotel.
 

BB dengan ISA positif mempunyai efek menurunkan CVR serta mempertahankan  COP. Efek inididuga karena kemampuannya menghambat  sekresi renin sehingga laju sekresi angiotensin II  juga terhambat. Obat antihipertensi penghambat alfa dan beta reseptor (carvedilol) disamping bekerja dengan  memblok reseptor beta-1 dan beta-2, juga memblok reseptor alfa-1. Blokade terhadap reseptor-reseptor ini mengakibatkan penghambatan terjadinya takiaritmia, penghambatan hipertrofi ventrikel kiri, penghambatan pelepasan noradrenalin, vasodilatasi perifer dan memperbaiki perfusi renal.
 

Indapamid adalah golongan diuretik dengan rumus bangun spesifik sehingga mempunyai efek terhadap otot polos vaskuler. Efek vasodilatsi indapamid terjadi melalui blokadenya terhadap resting recepor ( salah satu dari slow calcium channel ) yang terdapat pada sel otot polos vaskuler.
 

Kata kunci : hemodinamik hipertensi, obat anti hipertensi, efek vaskuler
 

PENDAHULUAN

 

Secara hemodinamik tekanan darah ditentukan oleh cardiac out put (CO) dan resistensi vaskuler sistemik (RVS). COP ditentukan oleh frekuensi denyut jantung dan stroke volume out put, sedangkan RVS ditentukan oleh resistensi vaskuler perifer (RVP) dan resistensi vaskuler renal (RVR). Hipertensi disebabkan oleh peningkatan salah satu atau lebih komponen penentu tersebut. Pada hipertensi esensial, peningkatan tekanan darah terutama disebabkan oleh peningkatan RVS. Secara skematik hal tersebut digambarkan  seperti pada gambar 1.
 

Atas dasar hemodinamik tersebut maka obat antihipertensi yang logis dan ideal adalah obat antihipertensi yang dapat menurunkan RVS, mempertahankan cardiac out put  (CO), serta memperbaiki arterial compliance dan perfusi jaringan. Tabel 1 memperlihatkan efek hemodinamik obat anti hipertensi yang ada saat ini.
 

Berikut ini dibahas tentang efek vaskuler beberapa obat antihipertensi dalam menurunkan SVR.
 

 

ACE inhibitors (ACEI)
Seperti diketahui, ACEI bekerja dengan menghambat angiotensin converting enzyme (ACE),  sehingga terjadi penurunan produksi angiotensin II. Dilain pihak, penghambatan ACE mengakibatkan penghambatan degradasi bradikinin, sehingga terjadi potensiasi efek bradikinin. Hal ini telah terbukti pada beberapa penelitian berskala besar. Gambar 2 meperlihatkan hal tersebut .

 

Dalam aktifitasnya menghambat produksi angiotensin II, ACEI  mengakibatkan pengurangan proliferasi dan migrasi sel otot polos vaskuler, menghambat pelepasan growth factors (mis. PDGH), menghambat aktifitas proto-oncogenes, dan menghambat pembentukan superoxide anion. Dalam aktifitasnya memperkuat efek bradikinin, ACEI mengakibatkan peningkatan pelepasan nitic oxide (NO), memacu aktivasi mediator inflamasi dan meningkatkan premeabilitas vaskuler. Hasil akhir kedua mekanisme tersebut adalah vasodilatasi vaskuler.
 

Angiotensin II receptor blockers (ARBs)
Secara garis besar, peranan ACEI dan ARBs tidak berbeda. Perbedaan terletak pada titik tangkap kerja kedua obat tersebut, yaitu, ACEI bekerja menghambat ACE, sedangkan ARBs memblok reseptor angiotensin II. Mekanisme tersebut diperlihatkan pada gambar 3.
 

Perbedaan yang penting adalah, ACEI meperkuat efek bradikinin sedangkan ARBs tidak berpengaruh; ACEI memblok semua receptor angiotensin 1. Beberapa jenis golongan ARBs mengaku mempunyai efek memacu reseptor angiotensin 2, yang  INDAPAMIDE.
Secara farmakologis Indapamide tergolong diuretik klas distal diuretic. Rumus bangun utamanya  adalah benzamide yang berefek diuretik, tetapi karena adanya gugus chlorosulfamoyl dia juga mempunyai efek vaskuler.
 

Efek vaskuler indapamide terjadi karena penghambatannya terhadap kanal kalsium long acting (L type channel) pada resting conformational state. Hal ini tampak pada gambar 5.
 

L-type Ca channel terbagi menjadi 3 conformational state yaitu resting, open (O) dan inactivated (I). Indapamide bekerja dengan memblok kanal O, dan golongan dihydropiridin memblok kanal I. Sebagai akibat blokade kanal R, terjadi efek inhibisi terhadap excitable cells sehingga terjadi relaksasi otot polos vaskuler.

 

RINGKASAN

Secara hemodinamik, obat antihipertensi yang logis dan ideal adalah yang dapat mengurangi resistensi sistemik, mempertahankan cardiac out put, memperbaiki arterial compliance dan perfusi jaringan. Efek ini terutama dimiliki oleh obat antihipertensi golongan ACEI, ARBs, dan CCB. Obat lain yang juga mempunyai efek tersebut adalah carvedilol dan indapamide. Diuraikan dan digambarkan secara skematik, mekanisme kerja dari efek vaskuler obat-obat antihipertensi tersebut.
 

Namun demikian, obat antihipertensi golongan lain masih tetap efektif dalam mengendalikan  tekanan darah. Tetapi secara individual masih tetap berlaku dalam pengendalian tekanan darah penderita hipertensi.
Sumber : Ketut Suwitra (Jornal Kardiovaskuler)
 

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:21
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 3 dari 4

MALALARADIO 105.2 FM