Home Hipertensi Apa itu Hipertensi
Apa itu Hipertensi PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 07 Agustus 2008 17:31
Apa itu HipertensiALAT TENSI 14_1.jpg

Definisi

Tekanan darah (TD) didistribusikan terus menerus. Insidensi terjadinya komplikasi berbanding lurus dengan TD, jadi tidak ada definisi absolut untuk hipertensi. Terapi biasanya bermanfaat untuk TD > 140/90 mmHg yang menetap.

Insidens

Meningkat dengan bertambahnya usia. Prevalensi hipertensi ringan sebesar 20% pada usia 25 tahun atau kurang, meningkat menjadi 25% pada usia 50 dan 50%  pada usia 70 tahun.


Patofisiologi

Sebagian besar (95%) hipertensi adalah hipertensi esensial, suatu kombinasi antara berbagai faktor genetik dan lingkungan yang menyebabkan fenotipe hipertensif. Hipertensi sekunder yang penyebabnya diketahui, lebih jarang terjadi (Tabel 68.1), dan ditunjukkan dengan adanya:

•  Disfungsi ginjal.

• Usia muda (terutama 30 tahun atau kurang).

•  Hipertensi yang resisten terhadap terapi.

• Hipokalemia (tanpa penggunaan diuretik).

Gambaran klinis

Hipertensi biasanya asimtomatik, sampai terjadi kerusakan organ-target. Sebagian besar nyeri kepala pada hipertensi tidak berhubungan dengan TD. Fase hipertensi yang berbahaya bisa ditandai oleh nyeri kepala dan hilangnya penglihatan (papiledema).

Efek hipertensi

Risiko hipertensi jangka panjang adalah kerusakan organ target:

•  Penyakit serebrovaskular: stroke trombotik dan hemoragik

• Penyakit vaskular: penyakit jantung koroner.

• Hipertrofi ventrikel kiri (left ventricular hypertrophy [LVH]) adalah mekanisme kompensasi terhadap peningkatan TD kronis. Hal ini merupakan prediktor independent dari kematian dini (kematian jantung mendadak akibat aritmia ventrikel, gagal jantung, infark miokard [MI], cedera serebrovaskular [CVA—cerebrovascular accident}}gagal jantung bisa berhubungan dengan LVH (hipertrofi ventrikel kiri).

 Penyebab dan gambaran hipertensi sekunder (terutama

karena gangguan endokrin atau ginjal).

Mineralokortikoid tinggi

(hiperaldosteronisme)

Glukokortikoid tinggi

Renin tinggi:

Stenosis arteri renalis

Penyakit renovaskular

Penyakit parenkim ginjal

Koarktasio

Katekolamin tinggi

Sindrom Conn: K"^ rendah

Hiperplasia adrenal

Sindrom Cushing

Terapi steroid iatrogenik

Bruit ginjal, Pukuran ginjal kecil

Semua penyebab penyakit ginjal/gagal ginjal

Perlambatan radiofemoral, murmur sistolik

Feokromositoma

 

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 02 April 2009 19:22
 

MALALARADIO 105.2 FM