Home Obat-obatan Jenis-jenis Obat Hipertensi
Jenis-jenis Obat Hipertensi PDF Cetak Surel
Ditulis oleh dr.H.M.Edial Sanif,SpJP,FIHA   
Sabtu, 24 Januari 2009 00:34
Jenis-jenis Obat Hipertensiholter.jpg

Apakah anda ingin mengetahui  jenis obat hipertensi yang telah diberikan dokter kepada anda, 

dan bagaimana obat tersebut bekerja, saya akan mengelompokkan dalam berbagai kelompok 

dan memeberikan berbagai contoh jenis obat hipertensi yang umum dijumpai.


Tujuan yang akan dicapai dalam pemberian obat hipertensi adalah menurunkan risiko serangan jantung, gagal jantung dan stroke, dimana penyakit tersebut dapat terjadi akibat hipertensi.  Berdasarkan penelitian bahwa penurunan tekanan darah 5 atau 6 mmHg, dapat menurunkan 40% risiko stroke, dan 20% risiko penyakit jantung koroner. Dokter akan mempertimbangkan berbagai hal tentang karakteristik diri anda, jenis penyakit penyerta, jenis obat, efek samping, harga obat dan lain sebagainya.  Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk merubah diagnosis dan jenis obat yang telah diberikan dokter kepanda anda, tapi untuk menambah pengetahuan anda tentang apa, kenapa dan bagaimana mengenai  obat tersebut secara umum, dimana dokter mungkin tidak mempunyai waktu menjelaskan lebih detail,  sedangkan anda ingin mengetahuinya.  Berikut adalah jenis-jenis obat hipertensi :

Antiadrenergik (Adrenergic reseptor antagonis).

Beta Bloker

Dokter memakai jenis obat hipertensi  ini bagi mereka yang menderita : gampang cemas,stress,  tremor, asmatik, penderita penyakit jantung koroner.

Atenolol (Betablok,Internolol,Farnormin,Hiblok,Tenoret,Tenoretic,Tenblok,Nif-Ten,Tenormin,Tensinorm,Zumablok,)

Bisoprolol (B-Beta, Bisovel,Concor,Hapsen,Lodoz,Meintate).

Metoprolol (Cardiosel,Lopresor,Seloken,Loprolol,)

Nadolol

Oxprenolol

Pindolol

Propanolol (Inderal,Farmadral,)

Timolol

Alpa Bloker

Sering direspkan dokter, jika penderita hipertensi diserta hipertropi prostat.

Doxazosin (Cardura,

Indoramin

Phentolamine

Phenoxybenzamine

Prazosin

Terazosin

Tolazoline

Kombinasi Alpa dan Beta Bloker

Bucindolol

Carvedilol (Blorec,Carbloxal,Dilbloc,V-Bloc)

 

Labetalol

 

Calcium Channel Blockers

Apabila kalsium masuk kedalam sel otot jantung, maka jantung akan berkontraksi, dinding pembuluh darah akan menyempit.  Calsium Channel Blockers akan menghambat masuknya kalsium kedalam sel dengan menghambat reseptor, hal ini akan menyebabkan dinding pembuluh darah melebar dan berakibat turunnya tekanan darah.

Dihidropiridine

Amlodipine :  (Actapin,Amcor,Amdixal,Calsivas, Cardivask,Divask,Intervask,Normoten,NorvaskTensivask,Norvask,Theravask

Diltiazem (Herbesser

Nifedipin (Adalat,Calcianta,Carvas,Cordalat,Coronipin,Farmalat,Fedipin,Ficor,Nifecard,

                   Nifedin,Vasdalat,Xepalat)

Felodipine (Nirmadil, Plendil))

Isradipine

Lercanidipine (Zanidip)

Nicardipine (Perdipine)

Verapamil  (Isoptin SR).

 

 

 

Ace Inhibitors

Angiotensin II mengakibatkan dinding pembuluh darah berkontraksi, dinding pembuluh darah akan menyempit dan berakibat tekanan darah akan meningkat. Pembentukan angiotensin II ini memerlukan suatu enzim yang disebut agiotensin converting enzyme, yang merubah angiotensin I menjadi angiotensin II.  Jadi dengan mengurangi produksi angiotensin II  maka dinding pembuluh darah akan melebar, berakibat turunnya tekanan darah. Zat yang dapat menghambat  “ angiotensin converting enzyme tersebut disebut “ Ace Inhibitor. Diantaranya :

Captopril  : (Accepress, Capoten , Capozide,Captensin,Casipril,       Dexacap,Famoten,Forten,Lotensin,Metopril,Otoryl,Praten,Scantensin,Tensicap,Tensobon)

Enalapril  (Meipril,enacardon,Tenace,Tenazide)

Lisinopril (Interpril,Linoxal,Nperten,Nopril,Odace,Tensipar,Zestril,Zestoretic)

Fosinopril (Acenor-M)

Perindopril (Prexum)

Quinapril (Accupril)

Ramipril (Cardace,Hyperil,Ramixal,Triatec)

Trandopril (Gopten,Tarka)

Benzapril

 

Angiotensin II reseptor antagonis

Jenis obat ini menghambat produksi angiotensin II,  Diberikan kepada pasien jika pasien mengalami batuk akibat pemberian Ace Inhibitor

Candesartan (Blopress, Blopress Plus)

Irbesartan (Aprovel,CoAprovel,Fritens,Iretensa,Irvel, )

Losartan (Cozaar,Acetensa,Angioten,Insaar,Tensaar,Sartaxal)

Olmesartan (Olmetec)

Telmisartan (Micardis, MicardisPlus)

Valsartan (Diovan,Co-Diovan)

Exforge (kombinasi :Amlodipin + Valsartan).

 

Diuretik

Aldosteron Antagonis

Obat ini akan memblokir reseptor aldosteron di : Jantung, ginjal, otak, dinding pembuluh darah, obat ini akan mengakibatkan sering kencing, berkeringat yang akan membawa lebih banyak garam dan air keluar dari tubuh, sehingga volume  darah berkurang dan berakibat turunnya tekanan darah

Spironolactone (Aldactone,Aldazide,Carpiatone,Letonal,Spirola,Spirolacton)

Thiazides

Merupakan diuretik pada tahap awal, namun jangka panjang dapat melebarkan dinding pembuluh darah, mekanismenya belum jelas. Efek samping, impotensi

Chlorthalidone (hygroton)

Chlorthiazide (Diuril)

H.C.T (hyrochlorthyazide)

Triamterene (maxzide)

Centrally acting adrenergic drugs

Obat ini akan merangsang reseptor alha di otak yang meyebabkan dinding arteri melebar, berakibat turunnya tekanan darah. Obat ini hanya dipakai apabila obat lain gagal.

Clonidine (Catapress)

Guanabenz

Methyldopa (Dopamet)

Adrenergic neuron blockers

Guanethidine

Moxonidine (Physiotens)

Reserpine (Ser-ap-es,Serpasil,Dellasidrex,

Golongan Lain

Aliskiren (Rasilez)

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 30 Januari 2009 17:44
 

MALALARADIO 105.2 FM