
Login Form
Jumlah Kunjungan : 139849
| Kebutuhan DHA dan Asam Folat untuk Ibu Hamil dan Bayi |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Selasa, 16 September 2008 16:34 |
Kebutuhan DHA dan Asam Folat untuk Ibu Hamil dan Bayi Menurut WHO, diperkirakan 40% kelahiran bayi di Indonesia masih kekurangan gizi dan nutrisi, sehingga menyebabkan gangguan pada perkembangan otak dan kecerdasan, daya tahan tubuh rendah, anemia bagi ibu hamil, serta meningkatkan risiko kebutaan pada bayi. Disamping itu rendahnya komsumsi makan yang mengandung DHA dan asam folat yang merupakan faktor yang dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan organ bagi janin maupun bayi pada masa pertumbuhan.
Pada masa kehamilan ibu membutuhkan asupan nutrisi yang tinggi salah satunya adalah DHA dan Asam folat. DHA tidak dapat dihasilkan oleh tubuh tetapi hanya dapat dihasilkan melalui asupan bahan dari luar seperti ikan, dimana ikan yang banyak mengandung DHA. Selain DHA ada lagi nutrisi yang penting pada masa kehamilan yaitu Asam folat yang berfungsi untuk mencegah terjadinya cacat lahir (Neural Tube Defect). Disamping itu bayi juga membutuhkan DHA, jika bayi kekurangan DHA akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan fisik yaitu mata serta perkembangan otak yang dapat bersifat permanen dan sangat sulit untuk diperbaiki.Kebutuhan DHA (Docosahexaenoic acid) DHA merupakan derivat turunan dari Omega 3 selain EPA dan ALA, zat ini kandungan tertinggi terdapat pada ikan. DHA sebesar 300 mg/hari sangat dibutuhkan pada saat masa kehamilan yang berfungsi untuk perkembangan otak dan retina pada saat pembentukan organ bayi dalam kandungan. Bayi juga membutuhkan DHA sebesar 100 mg - 150 mg/hari yang berfungsi menambah perkembangan otak. Kita ketahui DHA tidak dapat dihasilkan oleh tubuh dan hanya dapat diperoleh dari asupan makanan. Asupan makanan yang kurang tepat pada masa kehamilan akan menyebabkan tubuh kekurangan DHA sehingga mengganggu perkembangan janin/bayi yang dikandung. Kebutuhan Asam folat (Folic Acid) Asam folat sangat dibutuhkan pada saat ibu hamil untuk mencegah terjadinya cacat lahir (Neural Tube Defect), selain itu kekurangan Asam folat bisa juga menyebabkan bibir sumbing pada bayi. Ibu hamil membutuhkan asam folat 400 mg/ hari. Dari penjelasan diatas diketahui bahwa asam folat merupakan zat penting yang harus ada pada makanan yang dikomsumsi oleh ibu hamil. Kecukupam kebutuhan nutrisi pada masa kehamilan sangat tinggi, DHA dan Asam folat merupakan zat penting yang harus ada pada makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil, dengan terpenuhinya kebutuhan akan DHA dan Asam folat merupakan zat penting yang harus ada pada makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil, dengan terpenuhinya kebutuhan akan DHA dan Asam folat maka bayi akan terhindar dari resiko malfungsi perkembangan otak dan retina, resiko bibir sumbing pada bayi serta cacat lahir. (Neural Tube Defect). Sumber : Majalah Farmacia. Agustus, 2008. |
| Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 11 Februari 2009 18:12 |



Menurut WHO, diperkirakan 40% kelahiran bayi di Indonesia masih kekurangan gizi dan nutrisi, sehingga menyebabkan gangguan pada perkembangan otak dan kecerdasan, daya tahan tubuh rendah, anemia bagi ibu hamil, serta meningkatkan risiko kebutaan pada bayi. Disamping itu rendahnya komsumsi makan yang mengandung DHA dan asam folat yang merupakan faktor yang dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan organ bagi janin maupun bayi pada masa pertumbuhan.
Pada masa kehamilan ibu membutuhkan asupan nutrisi yang tinggi salah satunya adalah DHA dan Asam folat. DHA tidak dapat dihasilkan oleh tubuh tetapi hanya dapat dihasilkan melalui asupan bahan dari luar seperti ikan, dimana ikan yang banyak mengandung DHA. Selain DHA ada lagi nutrisi yang penting pada masa kehamilan yaitu Asam folat yang berfungsi untuk mencegah terjadinya cacat lahir (Neural Tube Defect). Disamping itu bayi juga membutuhkan DHA, jika bayi kekurangan DHA akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan fisik yaitu mata serta perkembangan otak yang dapat bersifat permanen dan sangat sulit untuk diperbaiki.